• 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Informasi Umum

Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari daya saing nasional yang berbasis Iptek dan inovasi. Terlebih-lebih pada saat pandemi Covid-19 saat ini, telah memicu dan memacu para ilmuwan di berbagai negara untuk melakukan berbagai inovasi untuk menghambat penyebaran virus dan sekaligus berlomba- lomba untuk menemukan vaksin ataupun obat untuk melawan virus tersebut. Dalam perlombaan seperti ini, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Iptek yang dimiliki oleh masing-masing negara sangat berperan penting dalam mewujudkan kemandirian suatu bangsa melalui berbagai inovasi didalam memenuhi kebutuhan akan vaksin dan obat serta peralatan yang diperlukan dalam penanganan dan pengendalian penyakit tersebut.

Dalam rangka peningkatan daya saing lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan di dalam kerangka Sistem Inovasi Nasional Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Bank Dunia telah menyelenggarakan Program Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro). Program ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN dan membantu Indonesia mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Era Revolusi Industri 4.0.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan memiliki kontribusi bagi terciptanya inovasi terutama dalam rangka peningkatan produktivitas pembangunan, kemandirian, dan daya saing bangsa. Untuk mencapai hal tersebut maka dibutuhkan adanya ekosistem yang mampu menstimulasi terjadinya kolaborasi strategis antara berbagai berbagai pihak yang berperan dalam menciptakan inovasi. Program Research and Innovation in Science and Teknologi Project (RISET-Pro)  hadir sebagai salah satu instrumen untuk mendorong sinergi tersebut. RISET-Pro bertujuan untuk menciptakan iklim dan ekosistem kondusif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovasi di Indonesia.

Untuk mewujudkan maksud tersebut di atas, RISET-Pro memiliki  berbagai program yang dikelompokkan kedalam empat  komponen  yang  saling  berkaitan  erat  satu  dengan  yang  lainnya. Komponen 1 berfokus pada peningkatan kerangka kerja kebijakan inovasi dan  kinerja kelembagaan iptek, seperti Kawasan Sains dan Teknologi (KST) dan Kantor Alih Teknologi (KAT) yang erat kaitannya dengan Komponen 2 yang fokus pada penguatan sistem pendanaan riset dengan adanya beberapa isu seperti Tingkat Kesiapterapan Teknologi, (TKT), Lembaga Pemberi Dana Riset, serta Sistem Monitoring, Evaluasi Riset dan Pengembangan. Selanjutnya, dalam rangka pengembangan kapasitas SDM Iptek, Komponen 3 memfasilitasi adanya beasiswa karya siswa Program Gelar dan peningkatan kapasitas peneliti melalui pelatihan dan magang dalam bentuk Program Non-Gelar. Sebagai pelengkap, Komponen 4 mendukung pembiayaan teknis terkait kebutuhan dukungan konsultan dan kegiatan.

Melalui Komponen 3, program RISET-Pro telah memberikan fasilitas karya siswa kepada SDM Iptek di berbagai lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan nasional. Hingga pertengahan tahun 2020, lebih dari 300 orang pegawai dari berbagai Lembaga Litbangjirap telah selesai menyelesaikan studi pasca sarjana di berbagai negara. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memanifestasikan tujuan RISET-Pro untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui penguatan SDM. Kontribusi para alumni dibuktikan oleh banyaknya jumlah publikasi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional dan peran sertanya dalam menciptakan inovasi melalui unit kerja masing-masing.

Pengembangan SDM menjadi komponen penting dalam menciptakan ekosistem inovasi, maka diperlukan adanya interaksi strategis antara SDM iptek dengan berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam mewujudkan hasil litbangjirap yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial. Sebagai salah satu instrumen  dalam rangka menciptakan kerja sama kolaboratif antara para alumni selaku SDM Iptek dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk industri, lembaga pemberi dana riset, manajemen Kawasan Sains dan Teknologi (KST), dan manajemen Kantor Alih Teknologi (KAT), maka Project Management Office (PMO) RISET-Pro menyelenggarakan Simposium, dengan tema: “Kontribusi RISET-Pro dalam Membangun Ekosistem Inovasi Indonesia” dan subtema : “Sinergi sumber daya dan kolaborasi riset dalam memperkuat Indonesia”

Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Simposium RISET-Pro tahun 2020 adalah sebagai berikut:

  1. Menyampaikan hasil luaran dan dampak RISET-Pro pada pihak-pihak yang berkepentingan
  2. Membuka peluang kerja sama antara Alumni RISET-Pro dengan stakeholder industri, lembaga pemberi dana riset, Kawasan Sains dan Teknologi, dan Kantor Alih Teknologi;
  3. Mengembangkan strategi komersialisasi hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan;
  4. Memberikan informasi mengenai portofolio pendanaan Lembaga Pemberi Dana Riset di Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Research Funder Forum (IRFF);
  5. Mengembangkan Sistem Informasi Eksekutif Monitoring dan Evaluasi Riset dan Inovasi antarlembaga yang dapat saling terintegrasi
  6. Merancang rencana aksi bersama kontribusi alumni dalam membangun ekosistem inovasi di Indonesia dan mendukung penguatan daya saing nasional.

Sebagaimana sub tema Simposium RISET-Pro tahun 2020 ini, sinergi sumber daya dibutuhkan dalam mendukung wahana kolaborasi inovasi. Terkait sumber daya, akan dibahas materi terkait kontribusi RISET-Pro dalam pengembangan kapasitas dan kapabilitas SDM Iptek melalui karya siswa Program Gelar dan Non-Gelar, serta perbaikan tata kelola dan mekanisme sumber pendanaan dengan adanya berbagai rekomendasi kebijakan terkait penguatan pendanaan riset, sistem informasi eksekutif monitoring evaluasi riset dan pengembangan, koordinasi antarlembaga pemberi dana riset. Kemudian, sinergi sumber daya ini dalam rangka mendukung wahana kolaborasi inovasi, dimana RISET-Pro berkontribusi pada Kawasan Sains dan Teknologi (KST) dan Kantor Alih Teknologi (KAT).

Penyampaian materi akan dibagi menjadi adanya diskusi panel dari penerima manfaat RISET-Pro, yaitu, perwakilan KST; perwakilan KAT; LPDP yang menjadi anggota IRFF dan mempunyai MoU dengan Kementerian Ristek terkait monevrisbang yang menjadi luaran RISET-Pro; serta beberapa alumni RISET-Pro, terutama yang terlibat dalam penanganan COVID-19 dan terkait Kecerdasan Artifisial. Kemudian, akan dilanjutkan dengan adanya diskusi paralel yang akan dibagi ke dalam 3 ruangan. Ruang 1 akan membahas dan melalukan konfirmasi terkait dengan luaran Komponen 1, antara lain Penguatan Pengelolaan KST, Penguatan KAT, Model dan Skema Komersialisasi. Ruang 2 akan membahas dan melakukan konfirmasi terkait dengan luaran Komponen 2, antara lain Pemetaan Portofolio Lembaga Pemberi Dana Riset, Sistem Informasi Eksekutif Monitoring dan Evaluasi Riset dan Inovasi. Ruang 3 akan membahas terkait Komponen 3, antara lain Rencana Aksi dan Kontribusi Ikatan Alumni RISET-Pro (IASPro).

Peserta pada pertemuan ini yaitu seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Riset-Pro serta diharapkan dapat memanfaatkan berbagai hasil luaran RISET-Pro, antara lain Kementerian Riset dan Teknologi / BRIN, Bank Dunia, Kementerian PPN / BAPPENAS, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Perekonomian, LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, BAPETEN, BSN, BIG, Telkom (Cloud X), PT. Biofarma, PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, Pfizer, Schneider Electric, Balitbang Kementerian Kesehatan, LPDP, DIPI, BPDP Kelapa Sawit, BAZNAS, Newton Fund UK, British Council, DFAT, KSI, USAID, IFI France, Perhimpunan Filantropi Indonesia Indonesia Global Compact Network (IGCN), Danone Institute, Indofood Riset Nugraha (IRN), KST Polewali Mandar, KST Cibinong, KST Pasar Jumat, Cimahi Techno Park, Pelalawan Techno Park, Pusyantek BPPT, Pusispan LAPAN, PPII LIPI, PDK BATAN, Perusahaan start-up yg yang dibina oleh Direktorat PPBT Kementerian Ristek/BRIN, Ketua IABIE, Ketua Mata Garuda, Steering Committee dan Technical Committee RISET-Pro, LO LPNK RISET-Pro, serta semua alumni Program Gelar dan Non-Gelar RISET-Pro yang merupakan peneliti, perekayasa, maupun teknisi litkayasa yang berasal dari lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan.

Kegiatan simposium dilaksanakan sebagai instrumen bagi seluruh Alumni Program RISET-Pro untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama mengikuti program karya siswa. Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian dari Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun 2020, akan dilaksanakan pada:

Hari                 : Kamis

Tanggal            : 12  Nov 2020

Tempat            :  Sheraton Hotel Gandaria Jakarta (Offline) dan Online/Virtual (Zoom meeting)

Rangkaian Kegiatan

Bersamaan dengan penyelenggaraan kegiatan Simposium Program Gelar RISET-Pro pada tanggal 12 November 2020 akan diselenggarakan pula kegiatan Pameran Karya Riset dan Inovasi Alumni RISET-Pro yang bertujuan untuk menginformasikan karya Riset & Inovasi dari para alumni kepada stakeholder Kemenristek/BRIN dan LPNK serta menjejaringkan karya alumni dengan forum pendana riset yang hadir untuk mendorong kolaborasi dan sinergi riset dan inovasi. Pameran ini akan dilaksanakan secara online, dengan menampilkan video pendek presentasi dan visualisasi Karya Riset dan Inovasi.

Kunjungi Pameran Karya Alumni Disini

Statistik Halaman

 725 total views,  2 views today