119 total views,  1 views today

Komponen 3: Pengembangan Kapasitas Sumber daya Manusia Iptek, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Adapun kegiatan yang yang dilaksanakan untuk mendukung komponen ini adalah pemberian beasiswa untuk Pendidikan tingkat lanjut, program S2 dan S3 untuk tujuan studi di luar negeri, selain pemberian beasiswa Program Gelar, RISET-Pro Komponen 3 juga memberikan beasiswa Program Non Gelar berupa program pelatihan, kursus, serta pemagangan yang dapat dilaksanakan baik di dalam maupun luar negeri. Program Non Gelar ini dapat pula mendatangkan tenaga ahli, pengajar atau peneliti luar negeri untuk dapat meningkatkan kapasitas keilmuwan SDM Kemenristek/BRIN dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Biaya penyelenggaraan program ini bersumber dari dana world bank project loan number 8245-ID.

Program Gelar RISET-Pro di luar negeri dapat diikuti oleh pegawai Kemenristek/BRIN, LPNK Ristek, Kelembagaan Iptek, jika memenuhi kriteria/pesyaratan dasar yang ditentukan dan lolos seleksi. Program gelar sampai dengan bulan Oktober 2020 telah memberangkatkan sejumlah 463 karyasiswa dari hasil tersebut sudah melampaui target pemberangkatkan karyasiswa yang ditetapkan untuk proyek RISET-Pro yaitu sebanyak 422 karyasiswa.

Komposisi karyasiswa yang diberangkatkan untuk program S2 sebanyak 255, dan untuk program S3 sebanyak 208. Hingga bulan Oktober 2020 Program Gelar RISET-Pro jumlah kelulusan untuk program S2 sebanyak 241 karyasiswa dan program S3 sebanyak 98 karyasiswa. Pada perjalanan program gelar RISET-Pro terdapat juga karyasiswa yang gagal dalam studi nya dengan komposisi 6 karyasiswa untuk program S2 dan 10 karyasiswa untuk program S3.

Hal yang membanggakan dari para karyasiswa program gelar RISET-Pro mereka telah menghasilkan sebanyak 240 Publikasi Terindeks Global dan 88 Publikasi tidak Terindeks Global. 240 Publikasi Terindeks Global terdapat 49 Publikasi terindeks Scopus Q1.

Program Non Gelar bertujuan sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenristek/BRIN, LPNK, serta mitra dan konsorsium riset LPNK;
  • Meningkatkan produktivitas riset sehingga LPNK mampu berkompetisi secara global untuk mendukung program penguatan system inovasi nasional;
  • Mempercepat tercapainya output dan outcome Kemenristek/BRIN, LPNK sesuai RIRN, PRN, dan/atau Renstra Kemenristek/BRIN, dan LPNK;
  • Mendorong tumbuhnya inovasi serta mendukung implementasi program Perioritas Nasional (PN).

Total 1981 peserta yang sudah diberangkatkan untuk program non gelar sudah melampaui target proyek RISET-Pro yaitu dengan target sebanyak 1907 peserta.

Dampak-dampak yang dirasakan alumni untk Program GELAR

  1. Perubahan pengetahuan/kemampuan. Perubahan ini terletak pada pengetahuan mengenai fokus bidang ilmu yang dipelajari ketika studi dan peningkatan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris secara professional.
  2. Aspek pembelajaran yang paling bermanfaat. Pembelajaran yang paling bernanfaat adalah aspek penajaman keilmuan, aspek manajement/tata kelola riset, aspek penambahan jaringan.
  3. Metode penerapan ilmu (ilmu sesuai program studi) pada lembaga asal;
  4. Penerapan budaya kerja yang baik, disiplin dan tertib
  5. Memberikan informasi-informasi yang didapatkan selama program pada rekan sejawat untuk transfer knowledge saat diskusi pekerjaan sehari-hari maupun saat rapat formal
  6. Pengembangan roadmap lembaga
  7. Kecapaian output (Jumlah alumni S3 yang memimpin riset dan alumni S2 yang melakukan riset).

Dampak-dampak yang dirasakan alumni untuk Program NON-GELAR

  1. Perubahan pengetahuan/kemampuan. Kemampuan membangun jaringan dalam bidang riset yang serupa dan pengetahuan mengenai fokus bidang yang ditekuni.
  2. Aspek pembelajaran paling bermanfaat. Aspek penajaman keilmuan, penambahan jaringan dan manajemen/tata kelola riset.
  3. Metode penerapan ilmu pada lembaga asal. Memberi informasi-informasi yang didapatkan selama program pada rekan sejawat. Membuat konsorsium bersama lembaga-lembaga yang berkaitan dengan ilmu yang didapatkan selama program.

Komponen 3: Pengembangan Kapasitas SDM Iptek dalam mendukung RPJMN dan RIRN

  1. Penambahan Persentase SDM Iptek berkualifikasi S3 dan S2
  2. Penambahan SDM Iptek yang tersertifikasi keahlian tertentu