195 total views,  4 views today

Komponen 2 berfokus pada penguatan sistem pendanaan riset dengan adanya beberapa isu seperti Tingkat Kesiapterapan Teknologi, (TKT), Lembaga Pemberi Dana Riset, serta Sistem Monitoring, Evaluasi Riset dan Pengembangan.

Komponen 2: Penguatan Sistem Pendanaan Riset

  1. Penguatan Lembaga Pendanaan Riset dalam mendukung RPJMN 2020-2024 (Persentase kontribusi matching grant non APBN dalam pelaksanaan litbang di Kemenristek/BRIN)
  2. Penguatan Tata Kelola Pendanaan Riset yang berorientasi outcome
  3. Penguatan Sinergi Pendanaan Riset dan Inovasi dalam mendukung Perpres 16/2018
  4. Dukungan Sistem Informasi Eksekutif yang memanfaatkan integrasi lokadata untuk mendorong  interaksi, kolaborasi, dan pemelajaran.

Kegiatan penguatan sistem pendanaan riset publik ini dimulai bulan Juli 2016 dan mengalami restrukturisasi pada bulan November 2016. Sejak tahun 2017 sampai 2019, berfokus pada, 1) aspek kajian kebijakan dan 2) pengembangan sistem Monev Risbang. Seluruh kegiatan dirancang untuk selesai pada bulan Desember 2020.

Desain kegiatan pasca restrukturisasi diberikan pada Gambar.1 dimana ditunjukkan keterkaitan antara; koordinasi lembaga pendanaan riset dan kolaborasi antara periset serta perencanaan dan penganggaran  dengan sistem informasi kegiatan riset. Interaksi di antara empat aspek tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kebijakan berupa berbagai regulasi dan legislasi yang relevan.


Gambar.1. Desain Kegiatan Penguatan Sistem Pendanaan Riset Publik Pasca Restrukturisasi

Kegiatan yang dijalankan telah menghasilkan berbagai output dan outcome sejalan dengan target pencapaian yang ditetapkan oleh World Bank. Hasilnya antara lain; tiga policy brief, buku panduan dan modul terkait koordinasi pendanaan serta perencanaan riset, terbentuknya antar muka sistem informasi  Monevrisbang dengan tiga sistem lainnya, akumulasi data riset yang didanai Kementerian Ristek sampai sekitar 450.000 judul sejak tahun 2007 hingga 2019 dan berbagai aplikasi untuk Sistem Informasi Eksekutif (SIE).

Perincian dari output dan outcome sampai dengan tahun 2019 beserta fokus kegiatan pada tahun 2020 diberikan pada Tabel.1. Adapun tahun ini akan dirancang kegiatan untuk mencapai target yang dapat dijadikan pijakan untuk program Kemenristek/BRIN ke depan mengingat target proyek di level Intermediate Results Indicator (IRI) telah tercapai. Pada akhir tahun 2020  direncanakan tersusunnya  rekomendasi-rekomendasi kebijakan tentang; exit strategy Sistem Monevrisbang, antisipasi penerbitan Peraturan Pemerintah terkait Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) serta tata kelola dana abadi riset dan inovasi.