RISET-Pro Mendukung Tercapainya Sasaran Iptek 2020-2024

0
(0)

 143 total views,  1 views today

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, menyampaikan rencana untuk mencapai sasaran Pembangunan Iptek 2020-204.  Diantaranya  seperti yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019.

Dalam Undang-Undang itu, setiap lembaga peneliti harus mengintegrasikan infrastruktur dengan sumber Ristek dan Inovasi. “Terutama pada aspek sumber daya manusia, skema insentif atau pendanaan riset, tata kelola, dan akuntabilitas,” kata Bambang dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Kemenristek/BRIN bersama LPNK, yang disiarkan di channel Youtube Kemenristek/BRIN, Jumat 27 November.

Bambang juga menjelaskan bahwa integrasi riset ini merupakan modal awal untuk melewati jebakan negara berpenghasilan menengah. Ia mengungkapkan cita-cita peningkatan kontribusi iptek dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Diharapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 – 6 persen di tahun 2024 dapat terealisasi.

Konsultan Harmonisasi Antar-Komponen RISET-Pro Kemenristek/BRIN, Irsan Pawennei, menjelaskan RISET-Pro mendukung untuk mencapai target tersebut. “Dari yang tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2019 ada di 3 Komponen RISET-Pro, seperti penguatan SDM, pendanaan Iptek, dan komersialisasi teknologi,” terang Irsan.

Untuk penguatan SDM, RISET-Pro sejak 2013-2020 telah memberikan beasiswa gelar sebanyak 463 orang dan beasiswa non-gelar sebanyak 2073 orang.  Di penghujung tahun ini, RISET-Pro juga menggelar pelatihan dan sertifikasi ahli alih teknologi.

Sementara untuk pendanaan riset, Komponen 1 RISET-Pro telah mengeluarkan rekomendasi untuk menggunakan skema modal ventura. Selain itu, RISET-Pro juga telah mengkaji mengenai komersialisasi teknologi, dari kajian itu merekomendasikan empat model komersialisasi teknologi.

Ketiga itu diantaranya Komersialisasi IPTEK berbasis Kolaborasi Kementerian  Sektor dan LPNK. Lalu kedua komersialisasi iptek berbasis Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Ketiga kmersialisasi iptek berbasis klaster industri.

RISET-Pro juga mendukung penguatan kelembagaan dan ekosistem di Kawasan Sains dan Teknologi (KST).  Selain itu, RISET-Pro telah menyelesaikan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) yang siap menjadi panduan untuk penyelenggaraan kegiatan layanan-layanan KST.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *